Pihak keluarga buka suara soal rumah dr. Wayan penuh dengan sampah dan menjadi sarang ular.
Anggota keluarga tidak mengetahui secara pasti mengapa rumah Dr I Wayan Tirta (58) tidak terawat, penuh sampah bahkan menjadi sarang ular. Keluarga hanya bisa menebak. Kakak Dr Wayan, Ni Nyoman Latri, menduga kondisi rumah kakaknya di Kampung Pasir Waru, Desa Karanganyar, Karawang, Jawa Barat, itu semakin parah karena Dr Wayan tinggal sebatang kara di rumah besar selama bertahun-tahun. Ditemui di rumahnya di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Latri berbagi cerita dr. Wayan untuk menetap di Karawang. Dr Wayan disebut-sebut lulusan kedokteran dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah lulus, ia memutuskan untuk bekerja di Kampung Nyamuk Sei, sebuah desa terpencil di Kalimantan. Dr. Wayan menikah dengan bidan sambil bekerja di desa. Kemudian mereka memutuskan untuk pindah ke Karawang. Namun hubungan keduanya berakhir.
Latri menyebut sosok Dr. Wayan baik dan tenang. Hobinya memelihara anjing dan kucing. Dr. Wayan biasanya memberikan nutrisi berkualitas untuk hewan peliharaannya. Ia pun dikabarkan terus aktif berkomunikasi dengan keluarganya melalui ponsel. Latri mengatakan terakhir mengunjungi rumah dr Wayan di Karawang pada 2019. Saat itu, rumah tersebut masih dalam perawatan. Latri mengatakan, pihak keluarga sering meminta dr Wayan membuka praktik di Bali. Namun, Dokter Wayan memutuskan untuk tetap melayani pasien Karawang. "Makanya tidak menyangka (ketika) VC (video call dengan Dokter Wayan) tidak melihat (rumah terbengkalai). Empat tahun lalu, ibu saya bersih-bersih di sana," kata Latri.
Dr. Wayan sekarang berada di Bali
Kisah Dokter Wayan pertama kali diunggah oleh pemilik akun TikTok @iiaarsss. Katanya Dr. Wayan adalah teman bapaknya. Ia dan ayahnya sering datang ke rumah Dr. Wayan untuk mengantarkan makanan dan minuman.
Berdasarkan pantauan Kela, rumah tersebut dikelilingi pepohonan dan tanaman merambat. Atap rumah dan bangunan juga terlihat kusam dan rusak dalam banyak hal. Terlihat kotor. Setelah tersebarnya tabib Bali ini, teknisi desa mulai membersihkan rumah atas izin keluarga. Putranya juga membawa Dr. Wayan kembali ke Bali. "Sebagai ucapan terima kasih, warga juga menawarkan untuk membersihkannya, namun bantuannya selalu ditolak. Namun setelah mendapat izin tadi pagi, pihak desa langsung membersihkannya secara bertahap," kata Babinsa Desa Karanganyar di Yudi S, Rabu. (3/5).
Di Bali, kata Latri kondisi dr Wayan sehat secara fisik. Pihak keluarga mengadakan upacara mebayuh atau upacara menyambut kelahiran Dr. Wayan atau tanda kehidupan baru dan penyucian diri. Seputar pembersihan rumah Dr. Wayan oleh warga yang merasa kantor adiknya telah membantu mereka, Latri mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Di sisi lain, keluarga menginginkan dr. Wayan mendapatkan privasi. “Kami berharap konten kehidupan pribadi Dr. Wayan tidak dieksploitasi lagi. Kami sekeluarga juga tidak boleh difoto. Mengertilah," katanya. Dr. Wayan melayani pasien dari tahun 1999 hingga 30 April 2023, ketika akhirnya dibawa ke Bali.
Berdasarkan informasi dari warga sekitar, obat dr. Wayan manjur dan harganya juga terjangkau. Maka tidak heran jika banyak pasien yang berobat dari luar wilayah Karawang, seperti Purwakarta. Selain itu, Wayan merupakan dokter pertama di desa Karanganyar. “Meski kondisinya seperti ini (rumah penuh sampah). Jamunya bagus, anak saya ke Pak Wayan, alhamdulillah sembuh,” kata Warsih (58) warga setempat, Rabu (03/05). Menurut Warsih, dokter kelahiran 24 April 1965 ini selalu ramah saat melayani pasien. Harganya juga terjangkau. Bahkan, jika pasien tidak memiliki uang pada saat berobat, ia mungkin akan terlilit hutang. “Sudah diketahui pelayanannya bagus, ramah. Kalaupun tengah malam, ketika warga berobat, dia tetap ingin mencari nafkah. (Pasien) tidak punya uang, tidak apa-apa, dia memiliki hak. utang." kata Warsih.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar